3 Peselancar Bali Wakili Indonesia di Kejuaraan Surfing Internasional di Taiwan

Blogger Cilacap

MANGUPURA - Hanya peselencar terbaik dunia berusia di bawah 18 tahun yang akan tampil di Taiwan, 1-9 Desember dalam ajang World Junior Championships 2018.
Bali mengirim tiga peselancar muda yang akan mewakili Indonesia dalam ajang ini.
Mereka adalah Ketut Agus Aditya, Kailani Johnson, dan Rio Waida.
Mereka bersaing dengan 32 peselencar terbaik dunia di Taiwan.
Saat ini, ketiga peselencar tengah mempersiapkan diri di Bali.
Mereka mencoba karakter gelombang di Bali yang mirip dengan Taiwan.
Selain itu, seminggu menjelang kejuaraan, ketiga surfer sudah berada di Taiwan untuk adaptasi suhu, gelombang, dan segala kemungkinan lain di sana.
Ketua Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI), Tipi Jabrik dalam konferensi pers pengenalan tiga atlet surfing mengatakan, mereka yang mewakili Indonesia di ajang surf dunia adalah peselancar terbaik saja yang tampil dalam kejuaraan tersebut.
"Semoga mereka bisa banggakan Indonesia. Surfing saat ini juga sebagai ajang pariwisata dan prestasi," katanya.
"Mereka ikut event tertinggi di dunia tapi di bawah 18 tahun. Mereka tampil karena lolos kualifikasi. Ratusan surfer di Indonesia, hanya tiga peselencar muda ini yang bisa wakili Indonesia," katanya.
Menurutnya, olahraga selancar Indonesia termasuk yang diperhitungkan di dunia karena Indonesia memiliki banyak pantai dan ombak yang bagus.
Hadir dalam konferensi pers tersebut, Steve Robertson dari Association of Surfing Professionals.
Ia menjelaskan terkait kejuaraan dan seri atau Liga Surfing Dunia.
Ketut Agus Aditya, peselancar asal Kuta mengungkapkan bahwa ini kali kedua ia mengikuti kejuaraan junior.
Sebelumnya ia mengikuti kejuaraan di Jepang, namun gagal di babak kedua.
"Sulit di sana karena ombak kecil. Ombak tidak bisa ditebak," tuturnya.
"Semoga saya bisa berikan yang terbaik dan menjadi nomor satu," tambahnya.
Sementara itu, Kailani Johnson (16) mengaku sudah tiga kali mengikuti kejuaraan serupa.
"Debut saya di kejuaraan dunia Junior, kekuatan pertama saya fokus. Coba terbaik untuk Indonesia. Tapi fokus saya untuk diri sendiri. Tidak ingin melihat pesaing," katanya.
Rio Waida surfer Bali, menyampaikan hal yang sama.
Ia menargetkan semifinal, bahkan menembus final.
"Yang lalu juara 5 saat kualifikasi Asia, saat itu final di Australia. Tahun ini harus lebih bagus. Sampai semifinal dan final di kejuaraan dunia di Taiwan. Saya waspada surfer asal Brasil, Hawai, mereka juga teman saya," katanya.()

No ratings yet.

Please rate this