Generasi Muda Dalam Pelestarian Budaya

Blogger Cilacap

Cilacap - Pelestarian budaya hendaknya melibatkan generasi muda. Ini penting karena generasi muda nantinya yang akan menjadi penerus sekaligus pemegang warisan budaya di masa depan. Untuk merealisasikan misi ini hendaknya kegiatan pelestarian budaya dilakukan melalui langkah-langkah yang modern. Hal ini agar lebih menarik minar generasi muda yang hidup di masa modern seperti sekarang. Ada banyak cara pada zaman modern seperti ini untuk melestarikan budaya, misalnya saja pelestarian kebudayaan bisa melalui program radio, televisi, film, internet, dan bahkan media cetak. Jika kebudayaan dapat disajikan dalam bentuk-bentuk yang seperti ini, tentu saja generasi muda pasti akan lebih tertarik karena kebudayaan bagi mereka tidak terasa kuno dan ketinggalan zaman. Maka untuk itu langkah-langkah seperti inilah yang sudah harus mulai dilakukan dari sekarang.
Marilah jaga kebudayaan dan warisan leluhur kita yang beragam ini. Alangkah baiknya jika kita tidak hanya menjadi penonton kebudayaan kita sendiri, tapi ikut berperan dalam melestarikan kebudayaan itu sendiri. Karena jika tidak kita siapa penyambung kebudayaan ini ke generasi selanjutnya?. Jika kebudayaan kita luntur, maka anak cucu kita kelak hanya akan menjadi penikmat dan penonton kebudayaan asing di masa yang akan datang. Jangan sampai “Penyesalan datangnya di akhir” itu benar-benar terjadi.
Budaya Itu, Penting!
Budaya asing dapat menambah edukasi bagi Bangsa Indonesia, terutama dibidang Ilmu Pengetahuan. Namun budaya asing tidak selalu berdampak positif, kerena dengan adanya budaya asing, budaya kita sendiri justru malah mulai diabaikan. Kebudayaan itu sangat penting, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang berbudaya. Contohnya saja Jepang, walaupun Jepang adalah negara maju dan terkenal dangan teknologinya, akan tetapi masyarakat Jepang justru tetap menjungjung kebudayaannya yang merupakan warisan leluhurnya. Berbanding terbalik dengan masyarakat Indonesia terutama yang berdomisili di kota-kota besar. Cara berpakaian mereka, cara berbicara mereka, bahkan sifat mereka sudah lebih bergaya asing.
Apakah kita akan tetap membiarkan hal tersebut terus terjadi? seharusnya kita malu. Kita sebagai generasi muda seharusnya bisa mempertahankan, menghidupkan, mengembangkan, memelihara, dan mempopulerkan kebudayaaan kebudayaan kita sendiri. Jika dibiarkan budaya kita sendiri akan luntur. Jika luntur, maka Negara Indonesia yang dikenal sebagai Negara terhormat dan berbudaya hanya tinggal sejarah. Dari itu kita harus mampu mempertahan budaya kita. Jangan sampai kita lebih PD dan lebih merasa gaul jika kita menggunakan budaya asing.
Globalisasi dan Modernisasi Zaman
Munculnya proses globalisasi dan modernisasi zaman lambat laun juga mengakibatkan nilai-nilai kebudayaan yang ada terkikis bahkan tersisihkan, sehingga kemudian berakibat banyak kebudayaan yang tidak lagi “dikenali” oleh pemuda-pemudi zaman sekarang dikarenakan kurangnya perhatian dan upaya pelestariannya.
Budaya-budaya Barat dan Korea yang berkembang sudah banyak menghiasi dan memberikan pengaruh yang cukup besar bagi kehidupan remaja dan pemuda Indonesia sekarang ini. Budaya di sini bukan hanya terbatas pada budaya dalam bentuk kesenian (secara fisik) saja, tetapi lebih dari itu adalah karakter, perilaku dan kearifan lokal yang dimiliki oleh bangsa ini. Tergesernya kebudayaan lokal oleh banyaknya kebudayaan asing yang masuk ke masyarakat secara masif tanpa adanya seleksi yang ketat tentunya akan sangat mengkhawatirkan bagi eksistensi kebudayaan yang ada.
Ditambah lagi pola pikir masyarakat sekarang yang sebagian menganggap kebudayaan Indonesia yang sudah kuno dan tidak mengikuti perkembangan zaman, yang pada akhirnya menimbulkan lunturnya rasa cinta dan bangga terhadap kebudayaan lokal. Padahal keberadaan kebudayaan bagi suatu bangsa sangatlah besar. Tidak hanya karena merupakan warisan dari generasi sebelumnya yang menggambarkan karakter suatu kelompok masyarakat, tetapi juga merupakan suatu hasil pemikiran yang digunakan untuk menafsirkan dan memahami lingkungan dan menjadi pedoman untuk bertindak.
Pemerintah Harus Ikut Serta
Pemerintah sebagai institusi formal yang bertanggungjawab atas kelestarian budaya Indonesia. Pemerintah harus intensif melakukan sosialisasi kebudayaan Indonesia ke berbagai media informasi seperti tv, radio, film, internet, bahkan media cetak agar para generasi muda juga tau bahkan sadar bahwa ditangan merekalah semua kekayaan bangsa akan dipegangnya kelak sehingga tidak ada lagi kasus klaim kebudayaan Indonesia oleh negara lain.
Tetapi yang terpenting, bangsa Indonesia sebagai pemilik sah kebudayaan Indonesia adalah pemegang tanggungjawab terbesar bagi kelestarian budaya bangsa. Setiap elemen Bangsa Indonesia harus bisa mengolah kebudayaan asing sesuai watak dan kemampuan sendiri sehingga meskipun ada banyak kebudayaan asing masuk akar-akar kebudayaan lokal tidak luntur bahkan hilang. Dan nilai-nilai kebudayaan Indonesia sebagai Bangsa Timur harus bisa diimplementasikan di dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Karena ketika kebudayaan kita tidak luntur dan hilang, maka Bangsa Indonesia tidak akan kehilangan jati diri dan identitasnya.
Karena itu, kadar cinta dan kebanggaan akan kebudayaan Indonesia harus senantiasa dipelihara dan dikuatkan sehingga pada akhirnya eksistensi kebudayaan Indonesia tetap terjaga sehingga dengan terjaganya eksistensi budaya maka akan memperkuat identitas Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar.[Harian Bhirawa].
Oleh: M. Farid Ali Abdullah
Mahasiswa FKIP PBSI Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Berdomisili di Jenang, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah

No ratings yet.

Please rate this