Masjid Roboh Imbas Gempa Bumi, Maulid Nabi Diperingati di Bawah Tenda

Blogger Cilacap

Lombok – Imbas bencana gempabumi yang melanda Lombok sejak 29 Juli 2018 lalu, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Biasanya Maulid dirayakan begitu meriah, dengan berbagai kegiatan lomba dan lainnya oleh warga serta para anggota remaja masjid, namun kini dirayakan lebih sederhana.
“Masjid yang biasa kami gunakan untuk merayakan maulid Nabi SAW telah rata dengan tanah, tinggal pondasinya saja ini kenangan yang sangat membuat kami miris,” Kata Jumiah, warga Dusun Ladungan Desa Guntur Macan Kecamatan Gunung Sari Lombok Barat saat dikonfirmasi kicknews.today di tempat acara Selasa (20/11).
Kendati dibarengi dengan rasa pilu yang masih menyelimuti warga, namun antusiasme dalam mempringati hari kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW, di desa korban gempa ini tetap menampakan semangat.
Camat Gunung Sari, Haji Rusni yang dikonfirmasi menghimbau agar masyarakat mempringati Maulid Nabi hendaknya dengan kesederhanaan.
“Kami selaku pemerintah Kecamatan tidak melarang warga untuk Maulid, tetapi alangkah baiknya silahkan diadakan secara sederhana saja, kalau ada rizki lebih, mari kita sama-sama menyumbang untuk pembangunan Masjid kita,” ajaknya.
Mengingat masjid memiliki arti penting sebagai salah satu pusat kegiatan keagamaan maupun kegiatan sosial masyarakat Pulau Lombok, sehingga hampir di setiap pelosok dusun pulau Lombok terdapat masjid setidaknya Mushalla, kondisi ini yang membuat Pulau Lombok dijuluki Pulau Seribu Masjid.
“Kami tidak tahu,bagaimana kami akan membangun kembali masjid kami yang sudah roboh tersebut. Jangankan masjid, rumah kami saja sampai sekarang kami masih mengharapkan bantuan dari pemerintah,” ungkap Haji Fadli salah satu Tokoh Masyarakat setempat. (Kicknews.today)

No ratings yet.

Please rate this