Polres Cilacap Berhasil Bongkar Pabrik Jamu Palsu

Kapolres Ungkap Jamu Palsu Di Kroya
Kapolres Ungkap Jamu Palsu Di Kroya

CILACAP – Petugas Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Cilacap berhasil mengungkap kasus pembuatan jamu palsu di Kroya Cilacap Jawa Tengah, Jumat, 8 Maret 2019.

Dari Kasus Jamu Palsu tersebut, petugas berhasil mengamankan ribuan bungkus jamu dari berbagai merek siap edar, dua kantong berisi ratusan kapsul kosong, satu karung berisi serbuk warna cokelat, satu plastik besar berisi serbuk warna cokelat yang sudah dicampur dengan bahan kimia obat (BKO), satu plastik ukuran sedang berisi serbuk warna cokelat, satu plastik klip berisi serbuk warna putih, tiga rol aluminium foil kemasan jamu, alat pres, dan sejumlah barang bukti lainnya.

Kepala Polres Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Resort Cilacap, AKBP Djoko Julianto, S.I.K, M.H melalui konferensi pers menjelaskan, pelaku berinisial Sug (42), warga Desa Kedawung, Kecamatan Kroya, Cilacap.

Baca Juga :   Polres Kebumen Berhasil Menangkap Pelaku Pemerkosaan Gadis 15 Tahun

"Tersangka berhasil diamankan pada hari Rabu (6/3), sekitar pukul 17.30 WIB, di rumah milik W (karyawannya) di Desa Mujur, Kecamatan Kroya," Kata Kapolres Jum'at (8/3).

Kapolres juga menerangkan bahwa penangkapan terhadap Sug (Owner Jamu Palsu) dilakukan setelah petugas Satresnarkoba melakukan penyelidikan.

"Petugas berhasil menangkap Sug setelah Petugas Satresnarkoba melakukan penyelidikan selama beberapa hari terhadap aktivitas pelaku," Imbuhnya.

Selain itu, Kapolres Cilacap juga mengatakan bahwa Pembuatan Jamu Palsu di Pabrik Home Industry tersebut mencampurkan antara Obat yang beredar di warung dengan obat tradisional, seperti jahe.

"Tersangka telah membuat jamu palsu dengan bahan yang terbuat dari campuran-campuran obat tradisional dan obat yang memang semua tidak sesuai dengan aturan kesehatan," Terang Kapolres.

Baca Juga :   Prajurit TNI Koramil/16 Wanareja Sertu Mulyono Tidak Malu Nyambi Kumpulkan Barang Bekas

"Tersangka mencampurkan antara tepung, jahe, cabe jawa, panadol, dan sebagainya, kemudian jamu ini mereka edarkan untuk obat-obatan yang digunakan oleh masyarakat," Lanjutnya.

Tidak hanya itu, Kapolres mengungkapkan jika tindakan yang dilakukan pelaku yakni menaruh 1 obat yang telah diracik itu dengan bungkus atau kemasan yang berbeda untuk berbagai macam penyakit.

"Jadi, Pelaku ini mengemas bahan-bahan yang sudah dicampur tersebut lalu dikemas dengan berbagai jenis jamu seperti jamu sakit kepala, obat kuat, dan sebagainya, Selain itu pelaku juga mencampurkan BKO berupa sildenafil atau viagra pada obat kuat yang dibuatnya," Kata AKBP Djoko Djulianto.

Lebih lanjut, Kapolres mengatakan pelaku telah menekuni usaha tersebut selama satu tahun dan usaha tersebut beromzet hingga mencapai Rp500 juta per bulan.

Baca Juga :   Puncak Hari Jadi Cilacap akan Dimulai Pada Rabu

"Dari hasil yang diperoleh dari Jamu Palsu ini, Pelaku dapat memperoleh Omzet hingga Rp. 500 Juta dan pemasarannya juga sudah menjangkau ke berbagai kota di luar Jawa. Selain itu Pelaku memproduksi jamu palsu ini dengan mempekerjakan beberapa orang yang saat ini mereka masih dimintai keterangan sebagai saksi," katanya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku dijerat Pasal 196 juncto Pasal 98 ayat 2 dan ayat 3 subsider Pasal 197 juncto Pasal 106 ayat 1 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar.(Red/M)

5/5 (1)

Please rate this