Kisah Kiai Thoifur Bantarsari Cilacap

Blogger Cilacap

Almaghfurlah Romo kiyai Thoifur adalah seorang kyai dari Bantarsari Cilacap yang tidak pernah mengisi bensin di pom untuk mobilnya. Beliau selalu mengisi di penjual bensin eceran. Padahal mobilnya jumlahnya lebih dari satu.
Saat ditanya alasannya, jawabnya karena ingin membahagiakan pemilik warung. Ketika kita mengisi bensin seharga 50.000 di pom, petugas pom akan merasa biasa saja.
Tapi ketika kita mengisi bensin 50.000 di bakul bensin eceran maka hal itu akan sangat membahagiakannya. Memang ada selisih harga, tapi apalah artinya dibanding melihat binar bahagia di matanya.
Memberi uang 10.000 mungkin terlihat kurang berharga, bahkan bisa menimbulkan perasaan terhina. Tapi membeli dagangan dan memberi keuntungan senilai 10.000 jauh lebih bermakna dan membahagiakan penjualnya.
Beliau jg pernah ada salah satu tetangganya yg menjual 1 buah Nangka dan beliau membeliNya, namun tiba2 Nangka tersebut malah di belah jadi 2 dihadapan penjual tersebut, kemudian yang separo di kasihkn lgi sama penjual tersebut, sambil beliau berkata : "Sampean sing nandur wis nunggu sampe mateng ko malah Q sja yg Mrsakan Manisnya " (Kamu yg menanam kemudian menunggu sampai matang, masak hanya saya yang merasakan)
Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kisah singkat diatas aamiin

No ratings yet.

Please rate this