Aktivis Medsos Bertekad Sucikan Kota Demak dari Hoax

Blogger Cilacap

DEMAK – Sejumlah aktivis media sosial (medsos) Kabupaten Demak ngumpul di kantor Wakil Bupati Demak, Jumat (16/11). Mereka bertekad menyucikan kota wali dari serangan hoax .
Seiring perkembangan teknologi informasi yang begitu pesatnya, juga diikuti dengan menjamurnya hoax (berita bohong). Terlebih menjelang hajatan politik pemilu 2019, hoax kian cepat menyebar ke masyarakat melalui jalur digital maupun media sosial seperti Facebook, Instagram , Whatsapp dan lain – lain.
Maraknya berita bohong tersebut, tentunya mengundang keprihatinan semua pihak. Pemerintah, Polri, TNI aktivis dan pegiat anti hoak melakukan berbagai upaya melawan hoax.
“Hoax berbahaya bagi bangsa ini. Jangan sampai kita terpecah belah karena hoax,” kata Agus Herawan, Kepala Kesbangpolinmas Kabupaten Demak, saat mengisi acara Pembinaan Wawasan Kebangsaan dan Forum Silaturahim Komunitas Media Sosial, Jumat (16/11) sore.
Acara yang berlangsung di Balroom Wakil Bupati Demak itu, diikuti ratusan peserta dari 42 komunitas, baik komunitas medsos, komunitas pendaki, Komunitas Omah Harapan Demak (KOHD) dan sejumlah komunitas lainnya.
Selain Agus Herawan, acara yang mengusung tema hoax itu juga menghadirkan narasumber Kasat Binmas Polres Demak, AKP Budi Harsono dan perwakilan PWI Demak, Ari Widodo.
Menurut Agus, nilai-nilai kebangsaan kini kian memudar. Rasa kecintaan kepada negara juga mulai luntur dan diperparah dengan maraknya hoax.
“Kita tak henti – hentinya memberikan sosialisasi kebangsaan. Sebagai generasi muda pewaris bangsa ini, kita harus menjaga harmonisasi dan kerukunan bangsa,” ujarnya.
Saat ini, sambung Agus, Indonesia tengah dijajah dan mulai perang, tapi perang tersebut tidak dengan senjata melainkan perang terhadap bangsa sendiri, perang dengan radikalisme, separatisme dan narkoba, serta perang melawan hoax.
” Ya, kita semua perang terhadap hoax, apalagi menjelang pemilu. Komunikasi lewat medsos itu cepat mempersatukan tapi juga cepat terjadi permusuhan, karena itu mari kita bermedsos yang baik dan beretika,” kata Agus.
Sementara itu, Kasat Binmas Polres Demak, AKP Budi Harsono, menyatakan bahwa penyebaran berita melalui media sosial dan internet, tersebar begitu cepatnya, termasuk hoax. Karena itu jangan ikut ikutan yang tidak baik dan mudah terpengaruh oleh hoax. Apalagi ada undang undang ITE yang bisa menjerat pelaku penyebar hoax.
“Kita punya pasukan cyber yang terus berpatroli di dunia maya. Hati – hati menggunakan medsos, jempolmu adalah harimaumu,jangan sampai kita terjerat kasus hukum gara gara ikut menyebarkan hoax,” katanya.
Ari Widodo, perwakilan PWI Demak menambahkan, ketika bermedsos harusnya bisa menahan diri dan tidak buru-buru memposting sebuah kiriman atau informasi dan membagikannya ke orang lain, sebelum kita pastikan kebenaran informasi tersebut.
“Ada informasi sebaiknya kita sharing dulu sebelum di share. Cari referensi lain kebenaran informasi tersebut, dari sumber terpercaya” ujarnya[Mediajateng].

No ratings yet.

Please rate this